Tips Pemasangan ACP Pada Bangunan

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari pemasangan ACP, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin berguna bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan ACP untuk rumah maupun bangunan:

  1. Gunakan jasa profesional yang memiliki pengalaman di bidang konstruksi, khususnya yang telah berpengalaman memasang Aluminium Composite Panel.
  2. Apabila Anda hendak memasang ACP pada dinding yang terbuat dari batu bata, maka terlebih dulu dinding tersebut harus diplester dengan rapi agar hasil pemasangan ACP nantinya memuaskan.
  3. Anda harus memastikan ACP kondisinya tetap aman selama proses pengiriman. Untuk itu, sebaiknya ACP diletakkan dengan posisi mendatar.
  4. Terdapat dua sistem pemasangan ACP, yakni sistem tekuk dan sistem kupas. Masing-masing sistem tersebut memiliki kekurangan dan kelebihanya sendiri. Proses pemasangan dengan sistem tekuk biasanya dapat dilakukan dalam waktu yng relatif singkat, namun ACP harus ditekuk secara seragam satu kali saja dan tidak boleh ditekuk secara berulang-ulang. Sementara itu, sistem kupas biasanya cukup memakan waktu, namun ACP yang terpasang akan lebih kuat dibandingkan dengan yang dipasang dengan sistem tekuk.

Artikel yang sama :
Pembuatan Rangka ACP

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, 5 Merk ACP Terpopuler, Tips Pemasangan ACP Pada Bangunan, gratis ngurus imb, 10 Jenis Marmer Terbaik,10 Jenis Marmer Terbaik, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Kayu Terbaik Untuk Pintu, 10 Jenis Lantai Marmer, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Tips Memilih Regulator Listrik Rumah

Tips Memilih Regulator Listrik Rumah.

1. Pilih Ukuran Daya STAVOL yang Lebih Besar dari Pemakaian Daya di Rumah

Sesuaikan ukuran Watt Stabilizer Voltage yang akan Anda pilih dengan pemakaian daya listrik rumah Anda. Jika di rumah Anda menggunakan listrik 900 watt, maka pilih Stavol yang lebih besar, yaitu 125% x 900 = 1.125 watt. Jika tidak tersedia, maka Anda bisa memilih 1.200 watt.

Daya Stavol = 125% x Total Daya Listrik di Rumah 

2. Perhatikan Satuan Daya yang Tertera Pada STAVOL

Produk Stavol yang dijual di pasaran terkadang menggunakan satuan Watt atau VA. Jika menggunakan satuan VA (Volt Ampere), maka ukuran stabilizer harus disesuaikan dengan perhitungan  Watt = VA x Cosphi. Namun jika Cosphi belum diketahui, secara umum dapat menggunakan nilai Cosphi 0.8, maka perhitungannya dapat menjadi:

 

Watt = VA  x 0.8

3. Pilih Stabilizer dengan Rentang Toleransi Tegangan Input Lebih Besar

Rentang Tegangan Input adalah nilai tegangan terendah sampai tertinggi masih dapat distabilkan dengan alat Stabilizer Voltage tersebut, misalnya memilih Rentang Tegangan Input 140 – 250 volt, yang artinya saat tegangan listrik turun hingga 140 volt, maka alat tersebut masih dapat menaikkan tegangan dan menstabilkannya menjadi tegangan keluar (Output Voltage) 220 volt, begitu juga saat tegangan listrik naik menjadi 250 volt, maka dapat diturunkan menjadi 220 volt.

4. Perhatikan Spesifikasi Respons Time pada Alat STAVOL

Respons time pada stabilizer adalah salah satu hal yang penting. Karena menunjukkan seberapa cepat respons alat tersebut untuk menstabilkan tegangan saat terjadi kenaikan maupun penurunan. Semakin cepat waktu responnya maka akan semakin bagus.

5. Pilih STAVOL yang Dilengkapi dengan Berbagai Proteksi

Berbagai proteksi yang harus dimiliki oleh alat stabilizer, yaitu:

  • Under Voltage Protection (Proteksi saat tegangan turun di bawah range terendah)
  •  Over Voltage Protection (Proteksi saat tegangan naik melebihi range tertinggi)
  • Overload Protection (Proteksi saat beban melebihi batasan daya stabilizer)
  • Short Circuit Protection (Proteksi saat terjadi hubung singkat atau kebocoran listrik)

6. Pilih STAVOL yang Menggunakan Steker dan Stop Kontak yang dilengkapi dengan Terminal Arde

7. Pilih STAVOL dari Merek Ternama dan Terpercaya

8. Pilih Harga STAVOL yang Sesuai dengan Kualitas

 

Artikel yang sama :
Instalasi Listrik

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, Tips Memilih Regulator Listrik Rumah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Teknik Pemasangan Lantai Keramik

Teknik Pemasangan Lantai Keramik

1. Persiapkan Alat dan Bahan

Tahap pertama yang harus kamu lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan. Pilihlah keramik dengan ukuran dan motif yang paling kamu sukai. Beli keramik dengan jumlah yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk berjaga-jaga jika ada keramik yang pecah.

Jangan lupa untuk membeli peralatan lainnya, seperti semen khusus keramik, papan applicator, dan nat keramik. Siapkan juga meteran, benang tebal, dan pensil untuk mengukur kelurusan keramik.

2. Mengukur Luas Lantai Ruangan

Tarik meteran dari kiri ke kanan dan bawah ke atas, lalu beri tanda pada tengah ruangan. Tempelkan benang mengikuti garis meteran dan gunting. Benang tersebut penting sebagai garis acuan saat proses instalasi mulai.

3. Merendam Keramik

Rendam keramik di dalam air. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat pemasangan.

4. Perhatikan Kualitas Keramik

Keramik kualitas rendah akan susah memasang secara presisi. Untuk itu, nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0.2–0.5 mm sehingga tidak saling bertubrukan.

5. Mengoleskan Air Semen

Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah keramik. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket.

6. Membersihkan Keramik

Pastikan keramik yang akan dipasang di lantai rumah sudah bersih dari kotoran dan kerikil. Seluruh bagian keramik, terutama bagian bawah keramik, harus bersih dari kerikil. Hal tersebut karena kerikil yang menempel dapat membuat rongga pada bagian bawah keramik dan membuatnya menjadi tidak rata saat ditempelkan.

7. Padatkan Keramik

Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.

8. Memasang Nat Keramik

Nat keramik dipasang di akhir. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama dua atau tiga hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap.

9. Mengamankan Area yang Dipasang Keramik

Jangan diinjak-injak. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–3 hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani.

Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya.

Artikel yang sama :
Teknik Pemasangan Granit Lantai

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, 10 Jenis Marmer Terbaik,10 Jenis Marmer Terbaik, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Teknik Pemasangan Lantai Keramik, 10 Jenis Lantai Marmer, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Teknik Pemasangan Granit Lantai

Granit merupakan salah satu bahan bangunan yang biasa digunakan untuk menutupi struktur lantai. Jika dibandingkan dengan bahan penutup lantai yang lainnya, granit ini mempunyai keunggulan-keunggulan tersendiri. Di antaranya yaitu granit bersifat kuat, keras, dan kokoh, memiliki daya tahan yang bagus dan ketangguhan yang tinggi, serta kilau permukaannya mengkilap sekali.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang proses pemasangan granit di struktur lantai bangunan. Pada dasarnya, langkah-langkah kerja yang harus dilakukan tidak berbeda jauh dengan pemasangan lantai keramik kok. Anda perlu membuat landasan berupa lantai semen yang mempunyai permukaan rata terlebih dulu. Kemudian pasanglah lantai granit di atasnya. Kalau mau lebih praktis lagi, Anda dapat memanfaatkan lem perekat khusus untuk granit. Ini merupakan material perekat granit yang sangat mudah digunakan. Hasilnya, lantai granit pun bisa menempel sangat kuat dengan landasannya. Berikut ringkasan langkah-langkahnya.

  • Dasaran untuk plaster semen sebaiknya sudah dibuat rata, sehingga memudahkan proses pemasangan untuk hasil yang maksimal
  • Bila menggunakan semen pasir, dianjurkan perbandingan campurannya 1:3.
  • Bila menggunakan lem semen / semen instan, harus sesuai dengan standar yang diberikan oleh masing-masing pabrik semen tersebut.
  • Adonan semen dan pasir dibuat agak kering (tidak terlalu lembek), agar pada saat kadar air menyusut, tidak beresiko tinggi.
  • Permukaan bawah Granite boleh diberi adonan semen dan air yang cukup kental.
  • Campuran semen dan pasir dibuat merata di permukaan yang akan dipasang, disarankan menggunakan trawl.
  • Sebelum Granite dipasang, bagian tepi dari campuran semen pasir dibuang 1 – 1,5cm sepanjang keliling Granite Tile (untuk mengakomodasi tekanan ke samping dari kelebihan campuran tersebut).
  • Kerataan permukaan sangat diutamakan, bisa di cek dan menggunakan potongan Granite sebagai patokan dan juga waterpass panjang.
  • Setelah terpasang bagus, permukaan Granite Tile tidak boleh diinjak selama 4 hari (untuk semen pasir) dan 2 hari untuk lem semen.

 

Bagi Anda yang tertantang untuk memasang lantai granit sendiri, silakan mengikuti panduan langka-langkah selengkapnya di bawah ini ya!

PEMBUATAN DASARAN

Pembuatan lantai dasaran ini bersifat opsional artinya Anda tidak perlu membuatnya lagi jika sudah ahli. Adanya dasaran ini berfungsi untuk mempermudah kita dalam memasang lantai granit, terutama untuk memastikan lantai tersebut sudah dipasang dengan rata atau belum. Dasaran ini terbuat dari campuran pasir dan semen dengan perbandingan 3:1. Jadi tidak ubahnya dasaran ini berupa lantai semen. Buatlah lantai semen yang mempunyai permukaan yang benar-benar rata. Kemudian tunggulah sampai lantai ini mengering. Dengan adanya lantas dasaran tersebut, pemasangan granit akan menjadi lebih mudah.

PEMBUATAN PEREKAT

Adukan perekat untuk memasang lantai granit ini biasanya terbuat dari pasir dan semen yang dicampur dengan komposisi 3:1. Adukan tersebut dibuat dengan tekstur yang agak kering dan tidak terlalu lembek sehingga tidak berisiko mengalami penyusutan secara berlebihan kalau sudah kering. Sebagai alternatif, Anda pun dapat menggunakan semen instan yang sesuai standar pabrik. Penggunaan semen instan jauh lebih praktis daripada semen biasa. Jikalau mau lebih praktis lagi, Anda bisa memanfaatkan lem perekat khusus untuk lantai granit.

TEKNIK PEMASANGAN

Standar ukuran (kepalan) dalam memasang lantai granit ini dimulai dari satu keping  memanjang, bukan melebar. Sedangkan untuk pemasangan lantai granit yang nyaris tidak menggunakan nat dimulai dengan memasang 3 baris secara memanjang terlebih dulu. Adapun arah pemasangan yang benar yaitu dimulai dari sisi bagian dalam menuju ke sisi bagian luar. Artinya adalah Anda harus memasang lantai granit dari area tengah ruangan terlebih dahulu. Lantas dilanjutkan ke tepi hingga menuju ke area pinggir ruangan. Jangan pernah memasang lantai granit ini dimulai dari sisi bagian luar menuju ke sisi bagian dalam sebab akan mengakibatkan hasil pekerjaan Anda menjadi tidak rapi.

PEMASANGAN LANTAI

Adukan perekat lantas diletakkan di permukaan lantai semen yang akan ditutupi granit. Atur sedemikian rupa supaya tumpukan adukan tadi memiliki permukaan yang rata. Jika sudah, sekeliling bagian tepi dari adukan perekat ini dibuang sepanjang 1-1,5 cm untuk mengakomodasi tekanan ke arah samping dari kelebihan adukan tersebut pada saat lantai dipasang dan ditekan permukaannya. Sebelum dipasang, sisi bawah lantai granit ini boleh diberikan adukan perekat yang kental dengan ketebalan yang tipis. Setelah itu, lantai granit tersebut dipasang tepat di atas adukan perekat. Lalu berikan tekanan secara perlahan-lahan untuk memperkuat ikatannya. Kemudian cek kerataan permukaannya menggunakan waterpass.

FINISHING LANTAI

Lantai granit yang baru saja dipasang tidak boleh diinjak terlebih dahulu sampai kondisinya mengering dengan sempurna. Jikalau Anda menggunakan adukan dari campuran semen dan pasir untuk memasang lantai granit ini, maka waktu pengeringan yang dibutuhkan sekitar 4-5 hari. Sedangkan jika pemasangan memakai semen instan, lantai granit akan mengering dalam kurun waktu selama 2-3 hari. Setelah kering, lantai granit ini bisa dibersihkan menggunakan cairan pembersih alami terlebih dahulu. Lantas Anda pun melakukan upaya pemolesan terhadap lantai tersebut. Untuk mempertahankan kilauannya, Anda perlu memelihara lantai tersebut dengan baik.

Tahapan Pembuatan Kolam Renang

Berikut akan kami jelaskan tahapan pembuatan kolam renang:

A. Pekerjaan Persiapan, Galian dan Buang Tanah

Langkah pertama yang di kerjakan adalah mengeruk tanah galian, karena tanah yang dikeruk tersebut tidak terpakai lagi. Sehingga harus d buang ke tempat lain. Untuk pekerjaan ini memerlukan kendaraan untuk mengangkut tanah hasil galian.

Pekerjaan galian ini membutuhkan waktu 1 hari atau bahkan 3 hari, tergantung berapa besar kolam yang akan di bangun atau di perbaiki.

Dan untuk proyek besar kita akan membutuhkan bantuan mesin (excavator) untuk mengeruk semua bagian tanah kolam renang.

Pekerjaan ini meliputi:

  1. Persiapan alat kerja
  2. Gali tanah area kolam
  3. Buang tanah galian keluar lokasi sampai bersih

B. Pekerjaan Struktur

Langkah kedua adalah perancangan struktur dan sipil, yaitu  langkah awal pembuatan kolam renang seperti penanaman besi dan sebagainya.

  1. Pembuatan Lantai Kerja dengan Tebal 5 cm

Sebelum pembesian dan pengecoran untuk lantai dasar kolam renang, langkah awalnya adalah pembuatan lantai setebal 5cm ini dimaksudkan untuk pembentukan rangka dasar kolam renang.

Manfaat ini di maksudkan agar kolam renang kuat dan tidak bergeser jika terjadi perubahan tanah yang biasa di sebabkan gempa, dan pergeseran tanah.

2. Pekerjaan Penulangan dan Pembesian

Setelah membuat rangka dan lantai kolam renang, langkah selanjutnya adalah penulangan/pembesian.

Pekerjaan ini membutuhkan setidaknya 6 orang untuk membuat rangka besi atau menganam besi, sedangkan besi yang kita butuhkan untuk kolam renang adalah besi ulir yang mempunyai kualitas bagus. Pembesian ini biasanya membutuhkan 1 hari bahkan lebih untuk pengerjaannya, menyambungkan dengan rangka kolam renang yang telah dibuat sebelumnya.

3. Pekerjaan Pemipaan Sirkulasi atau Plumbing

Pemasangan pipa sirkulasi kolam renang sampai keruangan mesin, aliran pipa berada di bawah besi coran disusun sedemikian rupa seperti yang tersusun di rancangan kolam renang. Untuk kolam renang tipe overflow ada penambahan aliran pipa yaitu ke balancing tank, Pemasangan pipa sirkulasi kolam renang ini di perlukan ahlinya karena pemipaan ini tertanam di dasar kolam.

4. Pekerjaan Pengecoran Kolam

Tebal cor dinding finishing 20 cm dengan besi berdiameter 8mm dengan anyaman rangkap atau double jarak 20cm. Ketebalan sisi kanan kiri, dasar dan pinggir kolam harus diperhatikan.

sebelum memulai pengecoran ada baiknya anda memperhatikan kriteria cor beton yang benar :

  • Beton / coran harus mampu menahan beban (air) yang sangat berat, dalam hal ini kita harus benar-benar memperhitungkan kekuatan coran tersebut
  • Coran harus memiliki permukaan yang rata dan halus, sebab ini akan berpengaruh pada proses selanjutnya.
  • Penghitungan skala yang tepat, jumlah volume berat dan kekuatan coran beton harus sesuai, sebagai perbandingan biasanya untuk struktural coran dapat di komposisikan 1:2:3.
  • Pengadukan untuk coran beton dapat dilakukan secara manual, perhatikan warna dari adukan tersebut, jika berwarna hijau hasil adukan itu sudah merata dan sudah dapat di pakai.

5. Pembuatan Balok 20 x 40 di Sekeliling Kolam

Pembuatan balok dukung 20×40 di sekeliling kolam dengan besi ulur 13mm dan 8mm

6. Pekerjaan Water Proofing

Pelapisan Water Proofing menggunakan sika merk brushbond atau sika sistim Semen Base.

  • Pilih bahan untuk water proofing yang berkualitas bagus tidak mudah bocor / rusak, karena saat perawatan akan terasa sulit jika waterproofing nya rusak dan kolam akan mudah bocor.
  • Setelah membeli bahan water proofing ada baiknya anda periksa terlebih dahulu kemasannya, pastikan dalam kondisi bagus.
  • Gunakan sprayer / alat semprot khusus untuk water proofing yang bagus untuk memudahkan anda saat melakukan pengerjaan ini.
  • Bersihakan beton / coran terlebih dahulu, jangan sampai ada kotoran sekecil apapun saat pengerjaan water proofing dimulai.

C. Pekerjaan Finishing

  • Finishing dinding dan lantai biasanya menggunakan keramik ukuran 20×20.

Teknik pemasangan keramik dapat dilihat di https://vector41.com/tehnik-pemasangan-lantai-keramik/.

  • Finishing bibir kolam dengan batu alam andesit ukuran 30×30.

Artikel yang sama :
Jenis Filter Kolam Renang

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, 10 Jenis Marmer Terbaik,10 Jenis Marmer Terbaik, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Kayu Terbaik Untuk Pintu, 10 Jenis Lantai Marmer, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]