VECTOR 41

ARCHITECT | CONTRACTOR | CONSULTANT

HUBUNGI KAMI


Besi Tulangan Kolom

Menentukan Besi Tulangan Kolom Berdasarkan Dimensi Kolom 20×40 cm, 30×40 cm, dan 40×50 cm Dalam praktik konstruksi, pertanyaan yang paling

Read More »

Marmer Model Bookmatch

[vc_row][vc_column][vc_column_text] Marmer model bookmatch merupakan teknik pemasangan marmer berpola secara simetris dengan memperhatikan keseimbangan pada pola dan menyatukan arah pattern

Read More »

Teknik Pemasangan Lantai Keramik

Table of Contents

Teknik Pemasangan Lantai Keramik

1. Persiapkan Alat dan Bahan

Tahap pertama yang harus kamu lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan. Pilihlah keramik dengan ukuran dan motif yang paling kamu sukai. Beli keramik dengan jumlah yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk berjaga-jaga jika ada keramik yang pecah.

Jangan lupa untuk membeli peralatan lainnya, seperti semen khusus keramik, papan applicator, dan nat keramik. Siapkan juga meteran, benang tebal, dan pensil untuk mengukur kelurusan keramik.

2. Mengukur Luas Lantai Ruangan

Tarik meteran dari kiri ke kanan dan bawah ke atas, lalu beri tanda pada tengah ruangan. Tempelkan benang mengikuti garis meteran dan gunting. Benang tersebut penting sebagai garis acuan saat proses instalasi mulai.

3. Merendam Keramik

Rendam keramik di dalam air. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat pemasangan.

4. Perhatikan Kualitas Keramik

Keramik kualitas rendah akan susah memasang secara presisi. Untuk itu, nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0.2–0.5 mm sehingga tidak saling bertubrukan.

5. Mengoleskan Air Semen

Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah keramik. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket.

6. Membersihkan Keramik

Pastikan keramik yang akan dipasang di lantai rumah sudah bersih dari kotoran dan kerikil. Seluruh bagian keramik, terutama bagian bawah keramik, harus bersih dari kerikil. Hal tersebut karena kerikil yang menempel dapat membuat rongga pada bagian bawah keramik dan membuatnya menjadi tidak rata saat ditempelkan.

7. Padatkan Keramik

Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.

8. Memasang Nat Keramik

Nat keramik dipasang di akhir. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama dua atau tiga hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap.

9. Mengamankan Area yang Dipasang Keramik

Jangan diinjak-injak. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–3 hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani.

Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya.

Artikel yang sama :
Teknik Pemasangan Granit Lantai

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, 10 Jenis Marmer Terbaik,10 Jenis Marmer Terbaik, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Teknik Pemasangan Lantai Keramik, 10 Jenis Lantai Marmer, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Grease Trap Lemak

GREASE TRAP PERANGKAP LIMBAH LEMAK Sebagian besar orang mengira penyumbatan saluran pembuangan selalu disebabkan oleh sampah berukuran besar. Kenyataannya, banyak

Read More »

Mengenal Konsep Smart House

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Smart house adalah rumah yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas canggih sehingga membuat penghuni rumah merasa hidup lebih mudah dan

Read More »

MCB 3 Phase

MCB 3 PHASE SPESIFIKASI MCB 3 PHASE Banyak orang menganggap seluruh perangkat pengaman listrik memiliki fungsi yang sama, yaitu memutus

Read More »

Jenis Pipa Air

Jenis dan Kegunaan Pipa Air Sistem perpipaan merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah bangunan. Pemilihan material yang tepat akan

Read More »

Kabel FRC

Kabel FRC PENGENALAN Ketika membangun sebuah sistem kelistrikan, sebagian besar perhatian biasanya tertuju pada kapasitas kabel, ukuran penampang, atau kemampuan

Read More »