10 Arsitek Nasional Terpopuler

10 Arsitek Nasional Terpopuler

10 Arsitek Nasional Terpopuler – Andra Matin

Andra Matin merupakan salah satu arsitek nasional terpopuler, dengan nama lengkapnya Isandra Matin Ahmad,  lahir di Bandung pada tanggal 16 Agustus 1962. Beliau pernah mengenyam pendidikan di Univesitas Parahyangan, Bandung.

Ia dikenal dengan desainnya yang bersih dan modern. Karyanya selalu menjadi cerminan kontemporer yang mengambil nilai-nilai tradisional yang didasarkan pada konsep kepekaannya terhadap lingkungan. Beliau juga salah satu pendiri Arsitek Muda Indonesia (AMI) dan telah menjadi kemajuan pada dunia arsitektur di Indonesia.

Beberapa karyanya yang terkenal adalah Desain Lobby Kantor Desain Grafis Le Bo Ye, Gedung Dua8, Pasar Sarijadi, AD Premier Building, Bandara Banyuwangi dan masih banyak lainnya.

Ahmad Djuhara

Ahmad Djuhara adalah seorang arsitek lulusan Universitas Katolik Parahyangan. Beliau lahir di Jakarta pada tanggal 22 November 1966. Beliau pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) periode 2013-2018 dan periode 2018-2021. Namun pada tanggal 27 Maret 2020, beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso sebagai pasien PDP terkait virus corona.

Ahmad Djuhara pernah membuka kantor konsutlan arsitek bersama istrinya yang bernama Wendy Djuhara pada tahun 2001 yang dinamai dengan Djuhara + Djuhara

Salah satu karya Ahmad Djuhara adalah Sugiarto Steel House dan Rumah Wisnu yang merupakan interpretasi modern atas rumah panggung tradisional.

Ridwan Kamil 

Mochamad Ridwan Kamil atau akrab disapa dengan panggilan Ridwan Kamil lahir di Bandung, pada tanggal 4 Oktober 1971. Beliau adalah seorang arsitek sekaligus seorang politikus di Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sejak 5 September 2018.

Dia mendirikan perusahaan arsitek sejak tahun 2004 yang bernama Urbane, beberapa karyanya yang terkenal seperti Museum Tsunami Aceh, Universitas Tarumanegara Kampus 1, Medan Focal Point, Senayan Aquatic Stadium, Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Masjid Al-Irsyad Bandung dan masih banyak lagi karya lainnya.

Soejoedi Wiroatmojo

Soejoedi Wiroatmojo merupakan seorang arsitek era 1960-1970an. Beliau lahir di Surakarta pada tanggal 27 Desember 1928 dan meninggal dunia pada tanggal 17 Juni 1981. Ia merupakan seorang arsitek lulusan ITB, lalu melanjutkan kembali studinya di Universitas Hoogeschool di Belanda.

Karya awalnya adalah kafe restoran Braga Permai yang pernah dinamai Maison Bogerijen. Bentuk awal mirip vila Eropa yang sering ditandai dengan atap curam empat sisi yang disebut atap mansard. Karyanya yang terkenal hingga sekarang adalah Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta dan juga Gedung Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

Eko Agus Prawoto

Eko Agus Prawoto adalah seorang arsitek kelahiran tahun 1959 di Yogyakarta. Beliau mendalami dunia arsitektur di Universitas Gajah Mada lalu melanjutkan studi S2nya di Berlage Institute, Belanda.

Beliau memiliki ciri khas khusus dalam mendesainnya, yaitu menerapkan konsep Ekologis atau sering disebut dengan Eco Design baik dari segi penataan ruang, struktur dan elemen dekorasi yang tektonik. Sebisa mungkin karyanya selaras dengan lingkungan tanpa mengurangi keunikan bangunan tersebut.

Pada karyanya beliau lebih banyak menggunakan material alami, seperti kayu, bambu dan batu alam, hingga menggunakan batu-batu dan kayu bekas.  Karya-karya beliau yang bisa kita lihat diantaranya Cafe and Gallery for Unisco di Magelang, Cemeti Art House, Art of Bamboo dan masih banyak lagi karya lainnya.

Han Awal

Han Joo Twan atau akrab disapa dengan nama Han Awal lahir di Malang, 19 September 1930 dan meninggal dunia pada tanggal 14 Mei 2016. Beliau mengenyam pendidikan di Technische Hoogeschool di Delft, Belanda dengan mendapatkan beasiswa dari Keuskupan Malang. Tak lama beliau pindah studi di Technische Universitat karena adanya ketegangan Indonesia-Belanda saat itu. Saat kembali ke Indonesia, beliau mendirikan biro arsitek sendiri yang bernama PT Han Awal & Partners Architect. Ia juga merupakan seorang pengajar di beberapa Universitas.

Han Awal juga salah seorang dibalik kesuksesan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) serta mendirikan Pusat Dokumentasi Arsitektur dan memfasilitasi berdirinya Arsitek Muda Indonesia (AMI).

Karya-karya Han Awal dapat kita lihat pada bangunan Museum Arsip Nasional hingga mendapatkan penghargaan dari Internasional Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage, Gedung Bank Indonesia, Gereja Ketedral Indonesia dan lainnya.

Friedrich Silaban

Friedrich Silaban lahir di Samosir pada tanggal 16 Desember 1912 dan meninggal dunia pada tangga 14 Mei 1984. Ia mendalami studinya di Koningen Wilhelmia School, lalu melanjutkan studinya di Academic van Bouwkunst Amsterdam.

Beliau juga merupakan salah satu orang yang berperan besar dalam pembentukan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Beberapa karya beliau yang bisa kita nikmati hingga sekarang, yaitu Tugu Monas, Masjid Istiqlal, Tugu Khatulistiwa, Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Achmad Noe’man

Ir. H. Achmad Noe’man, lahir di Garut pada tanggal 10 Oktober 1926 dan menutup usianya pada tanggal 4 April 2016 di Bandung merupakan salah satu tokoh arsitek di Indonesia yang mendedikasikan selama hidupnya untuk membangun masjid hingga beliau dijuluki sebagai “Arsitek Seribu Masjid” dan “Maestro Arsitektur Masjid Indonesia”. Ciri khasnya adalah masjid-masjid yang tidak memiliki kubah. Namun tidak semua karyanya juga tidak memiliki kubah.Beliau juga merupakan salah satu pendiri Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Beliau mengambil pendidikan di ITB. Semasa kuliah, ia telah menyumbangkan satu karyanya yaitu Masjid Muhammadiyah di Garut. Lalu setelah menamatkan studinya, ia membangun masjid pertamanya yang dinamai dengan Masjid Salman  Institut Teknologi Bandung.

Karya-karya beliau yang lain dapat kita lihat pada Masjid At-Tin, Masjid Amir Hamzah.  Masjid Islamic Center hingga Masjid Syekh Yusuf di Afrika.

Septiadi Sopiandi

Septiadi Sopandi adalah seorang arsitek lulusan Universitas Katolik Parahyangan dan National University of Singapore. Beliau lahir pada tanggal 11 Juni 1975. Pada tahun 2014 beliau terpilih sebagai Kurator Paviliun Indonesia untuk Venice Biennale bersama dengan Avianti Armand, Achmad Tardiyana, David Hutama, Robin Hartanto. Tema yang mereka angkat untuk paviliun adalah “Ketukangan: Kesadaran Material”

Tahun 2017 menjadi masa penting baginya, karena pada tahun 2017 diluncurkan arsitekturindonesia.org, sebuah inisiatif nirlaba yang bertujuan membuka akses informasi bersejarah Indonesia, khususnya arsitektur kepada khalayak secara cuma-cuma. Museum virtual ini dikelola Pusat Dokumentasi Arsitektur bekerjasama dengan arsitek Avianti Armand dan Setiadi Sopandi.

Slamet Wirasonjaya

Slamet Wirasonjaya merupakan seorang arsitek kelahiran tahun 1936. Beliau wafat pada tanggal 1 November 2016 di usianya yang ke 80 tahun di Rumah Sakit Rajawali Bandung. Iadikenal dengan julukannya “Bapak Lansekap Indonesia”. Beliau menekuni pendidikannya di ITB, lalu melanjutkan studinya di Harvard University dengan fokus Lansekap.

Saat kembali ke Indonesia, ia memulai karya pertamanya yaitu proyek gedung Conefo .Yang menjadikan karyanya cukup unik adalah karena ia memprioritaskan arsitektur ruang publik. Konsep arsitektur inilah yang menjadi fokus utama beliau, ruang publik adalah sebuah tempat untuk orang – orang saling bersosialisasi dan berkumpul. Dengan alasan prinsip kebersamaan menjadikan karya – karyanya pada saat pembangunan selalu melibatkan orang di sekitar lokasi, karena orang – orang tersebut lah yang akan menggunakan bangunan tersebut. Hal itulah yang menjadikan karyanya selalu sukses dan menarik dimata masyarakat.

Artikel yang sama :
10 Arsitek Internasional Terpopuler

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

arsitek nasional, tokoh arsitek nasional, tokoh arsitek indonesia, 10 arsitek nasional terpopuler, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, 10 arsitek nasional terpopuler, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb