Karakteristik Semen dan Kegunaannya

Semen merupakan salah satu bahan perekat pada bangunan yang sangat penting di dalam dunia konstruksi. Umumnya berguna untuk mengikat bahan bangunan dari satu ke lainnya secara bersamaan, hingga menghasilkan dinding yang mampu berdiri baik secara vertical maupun horizontal. Material ini juga dapat membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Mungkin pada zaman dahulu, orang-orang menggunakan bahan perekat seperti tanah liat basah dan kapur sebelum mengenal semen. Sama seperti bangunan kontruksi lainnya, semen juga memiliki beberapa jenis yang bervariasi. Hal itu sesuai dengan kegunaan dan karakteristiknya, begitu pula pada penggunaannya yakni berdasarkan jenis proyek yang dikerjakan.

Maka untuk mengetahui jenis semen mana dan beberapa fungsinya, mari cobalah simak terlebih dahulu artikel berikut ini:

Apa Itu Semen?

Semen merupakan salah satu bahan bangunan yang sering digunakan untuk merekatkan dan memperkuat bangunan, dengan memberikan perkerasan terhadap bahan campuran lainnya agar menjadi suatu bentuk yang tahan lama dan kaku. Karakteristiknya yakni berserbuk dan memiliki tekstur yang mirip dengan pasir serta berwarna abu-abu.

Jenis semen sangat beraneka ragam, hal ini di bagi berdasarkan dari tipe dan penggunaannya. Misalnya jenis semen yang digunakan dalam pembangunan rumah, pastinya akan berbeda dengan semen pada pembangunan sumur bumi. Untuk membuat campuran semen dengan daya rekat dan ketahanan yang tinggi, caranya yakni hanya membutuhkan kadar air dan takaran semen yang pas.

Jenis Semen

Umumnya orang awan hany mengetahui tentanf jenis semen Portland. Padahal sebenarnya ada juga jenis lainnya, sebagai contoh yakni semen campur kini tersedia di pasaran. Berikut adalah penjelasan jenis-jenis semen berdasarkan dua kategori tersebut.

  1. Semen Portland

Jenis yang satu ini sering digunakan dan juga mudah ditemukan pada toko bangunan. Berwarna abu-abu kebiruan, nyatanya semen ini terbuat dari bahan dasar kapur. Semen portland memiliki jensi dan tipe, yakni:

  1. Portland Tipe I

Di peruntukkan pada pembangunan rumah, gedung bertingkat skala kecil, dan jalan raya.

  1. Portland Tipe II

Di peruntukkan pada kawasan yang berdekatan dengan air seperti rawa, dermaga, bendungan dan saluran irigasi.

  1. Portland Tipe III

Di peruntukkan pada konstruksi khusus, seperti jalan tol, gedung tinggi, pondasi infrastruktur besar (jembatan yang melintasi air), hingga landasan pesawat

  1. Portland Tipe IV

Di peruntukkan pada bangunan yang terletak di lokasi dengan cuaca ekstrim dengan kenaikan temperatur yang drastis, misalnya lapangan bandar udara.

  1. Portland Tipe V

Di peruntukkan pada proyek yang terletak pada tanah dengan kandungan sulfat tinggi, misalnya pembangkit listrik tenaga nuklir, bangunan pertambangan, terowongan bawah tanah, dan lainnya.

 

  1. Jenis Semen Campur

Semen campur adalah semen yang dibuat berdasarkan kebutuhan dalam pembangunan dengan bahan campuran khusus dari bahan lain. Berikut ini adalah beberapa jenis dari semen campur, yakni:

  1. Semen Putih

Semen putih terbuat dari kandungan magnesium oksida dan besi yang rendah. Penggunaannya biasa akan mudah ditemukan pada tahapan finishing, seperti melapisi keramik lantai. Karakteristik dari jenis ini adalah daya rekat tinggi dengan hasil permukaan yang halus.

  1. Portland Composite Cement

Portland Composite Cement (PCC) adalah jenis semen yang didapat dari penggilingan terak yang dikombinasikan dengan bahan anorganik dan gipsum. Pengaplikasiannya yang sangat mudah dan tahan akan sulfat serta kadar air tinggi, sehingga tidak mudah retak. Umumnya digunakan pada konstruksi beton, perekat batu bata, dan lainnya.

  1. Semen Portland Pozzolan

Sama seperti sebelumnya, yakni dibuat dengan penggilingan terak yang dicampurkan dengan bahan pozzolan dan gipsum. Digunakan pada bangunan dengan pondasi yang memiliki kadar sulfat dan hidrasi yang panas tingkat sedang, seperti perumahan, jalan raya, jembatan, dan lainnya.

  1. Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement)

Jenis ini umumnya digunakan pada proyek pengeboran minyak dan gas, yang memiliki daya tahan yang tertinggi terhadap kadar sulfat dan temperature tertentu. Umumnya, sebagai penyekat pada pengeboran sumur minyak.

  1. Semen Super Masonry

Sering diaplikasikan pada konstruksi rumah dan berbagai macam bangunan lainnya. Di antaranya yang menggunakan semen ini yakni paving block, hollow brick, dan tegel.

  1. Campuran Spesial Semen

Disebut special karena karena ini tidak dijual secara bebas. Memiliki kandungan terhadap air laut, tidak heran jika digunakan pada proyek-proyek khsusus, misalnya pembangunan jembatan suramadu.

  1. Alumina Tinggi Semen

Untuk yang terakhirnya adalah semen yang memiliki ketahanan terhadap asam. Walaupun demikian, pada dasarnya air mani tidak tahan terhadap serangan alkali. Jenis ini sering digunakan pada beton yang tahan api, panas, dan korosi.

  1. Semen Antibakteri

Terbuat dari campuran semen Portland dan bahan yang mengandung anti bakteri (germicide). Bertujuan untuk menahan pertumbuhan bakteri dan jamur yang muncul pada dinding, beton, lantai, dan kolam renang.

Itulah jenis-jenis semen dan penjelasan singkat mengenai semen. Jenisnya yang banyak mampu memudahkan Anda untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.