Building Information Modeling (BIM)

Building Information Modelling (BIM) adalah suatu proses yang dimulai dengan menciptakan 3D model digital (bangunan secara virtual) yang didalamnya berisi semua informasi bangunan tersebut. Berfungsi sebagai sarana dalam membuat perencanaan, perancangan, pelaksanaan pembangunan, serta pemeliharaan bangunan tersebut beserta infrastrukturnya bagi semua pihak yang terkait didalam proyek.

Banyak orang mengira bahwa BIM adalah software, ada juga yang bilang BIM adalah 3D Virtual models dari sebuah bangunan dan sebagian lainnya juga bilang BIM adalah proses atau BIM tidak lebih dari koleksi semua data bangunan yang disusun dalam sebuah struktur basis data yang mudah diurutkan baik secara visual maupun numerik. Model BIM sejatinya terdiri dari bagian-bagian bangunan aktual dan potongan-potongan yang digunakan untuk membangun sebuah bangunan.

Ketika menerapkan Building Information Modeling pada suatu proyek tentu akan mempengaruhi cara kerja, karena semua proses mulai dari desain konsep, 3D modeling, menganalisa bangunan, membuat gambar kerja 2D, penjadwalan proyek, sampai dengan perhitungan RAB (rencana anggaran biaya) semua dikerjakan secara bersamaan.

Menurut ISO 19650: 2019 BIM adalah:
Penggunaan bersama representasi digital dari aset yang dibangun untuk memfasilitasi proses desain, konstruksi dan operasi untuk membentuk dasar yang andal untuk pengambilan keputusan(Use of a shared digital representation of a built asset to facilitate design, construction and operation processes to form a reliable basis for decisions)“.

Menurut US National Building Information Model Standard Project Committee, BIM adalah:
Building Information Modeling (BIM) adalah representasi digital dari karakteristik fisik dan fungsional sebuah fasilitas. BIM adalah sumber daya pengetahuan dan informasi bersama tentang sebuah fasilitas yang membentuk dasar yang dapat diandalkan untuk mengambil keputusan-keputusan selama siklus hidupnya; didefinisikan sebagai yang ada sejak awal konsepsi hingga pembongkaran.

Konsep Building Information Modeling

Building Information Modeling berisi kumpulan data digital baik berupa informasi grafis maupun non-grafis. yang diproses dalam ruang digital bernama Common Data Environment (CDE) atau lingkungan data umum. BIM bukanlah objek namun cara kerja. Dalam dunia konstruksi, BIM dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian dan pengoperasian aset bangunan dengan menggunakan informasi digital terstruktur yang dapat diakses semua pihak terkait. Informasi digital terstruktur ini artinya segala informasi non-grafis terhubung dengan informasi grafis dalam model 3D. Akses informasi tersedia tidak hanya bagi pihak perancang (designer), namun juga bagi pihak pelaksana atau kontraktor, pihak pengawas, tim teknis, tim arsitektur, hingga pemilik bangunan (owner). Kumpulan informasi grafis dan non-grafis yang terstruktur dengan baik ini disebut sebagai “model informasi” atau information model. Model informasi digunakan dalam seluruh tahapannya, dari awal saat perancangan hingga tahap terakhir yang memungkinkan yaitu pembongkaran bangunan. Termasuk di dalamnya tahap konstruksi, operasi, pemeliharaan, atau mungkin juga renovasi. Siklus Hidup Bangunan Kompleksitas merupakan hasil kolaborasi data yang berasal dari sejumlah pihak yang terlibat di seluruh tahapan. Oleh karena itu, setiap pihak dapat mengakses model informasi bangunan terkait secara pasif maupun aktif. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi, bekerjasama, dan berbagi informasi di dalam ruang online yang dapat diakses bersamaan, yaitu Common Data Environment (CDE).

Manfaat Building Information Modeling

  1. BIM memiliki permodelan 3D sehingga memudahkan komunikasi, dan ketika terjadi permasalahan dapat dengan mudah dideteksi sehingga membantu kita melakukan evaluasi desain.
  2. Dengan BIM kita mendapatkan infomasi RAB, jumlah volume material secara cepat dan akurat karena datanya dikeluarkan oleh model desain yang dibuat.
  3. Building Information Modeling memudahkan kita untuk berbagi (sharing data) serta menggunakan data, karena kita menggunakan satu data tunggal untuk bekerjasama secara online (cloud), dan juga mempermudah kita untuk mengakses perkerjaan ketika dilapangan.
  4. Dengan BIM kita dapat menganalisa terlebih dahulu seperti efek terhadap beban yang diterima, angin, cahaya, dan panas sehingga kekuatan bangunan sesuai dengan yang diharapkan.

Keuntungan menggunakan Building Information Modeling

  1. Kita dapat terus ber-inovasi untuk menghasilkan bangunan yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas dan biaya, karena dapat kita prediksi sebelum pelaksanaan pembangunan.
  2. Sistem yang saling koordinasi dan kolaborasi antara pihak yang terkait proyek maka memudahkan komunikasi dan membuat keputusan sehingga mempercepat pelaksanaan proyek.
  3. Dapat menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat waktu serta biaya.

Artikel yang sama :
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

arsitek nasional, jurnal ilmiah arsitektur, jurnal ilmiah arsitektur, jurnal ilmiah aristektur, tokoh arsitek nasional, tokoh arsitek indonesia, 10 arsitek nasional terpopuler, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, 10 arsitek nasional terpopuler, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb