Syarat Pemasangan Baru PDAM

Air bersih merupakan kebutuhan premier bagi semua orang.
Untuk mendapatkan dan menggunakan air bersih, masyarakat dapat menggunakan jasa dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mendistribusikan air bersih untuk masyarakat di masing-masing daerah.

Golongan Pelanggan

Tipe berlangganan PDAM pun dibedakan dari tipe rumah, seperti kelompok sosial umum, rumah sederhana, instansi pemerintah, niaga, dan industri.

Syarat dan Cara Pemasangan PDAM

Lalu, bagaimana sih, cara berlangganan dan memasang sambungan baru PDAM? Berikut langkahnya ..

1. Mengisi Formulir

Jika kamu ingin menjadi pelanggan air bersih, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan beberapa dokumen. Persyaratan dokumen yang dibutuhkan, antara lain:

  1. Fotokopi KTP atau fotokopi akta pendirian perusahaan
  2.  Fotokopi AJB (Akta Jual Beli)
  3. Fotocopy PBB tahun terakhir atau surat keterangan dari Kelurahan setempat
  4. Menyertakan materai Rp 6.000
  5. Menyerahkan surat kuasa (jika mewakilkan instansi atau perusahaan)

2. Menandatangani SPL

Langkah kedua, kamu harus menandatangani Surat Permohonan Langganan (SPL) yang merupakan dasar perjanjian antara para calon pelanggan air bersih dengan pihak PDAM.

Di dalam SPL, di jelaskan secara terperinci mengenai kewajiban, hak, dan tanggung jawab baik dari pihak pelanggan maupun PDAM.

3. Membayar Biaya Pendaftaran PDAM

Untuk mendaftarkan rumah pribadi atau instansi, kamu akan dikenakan biaya pendaftaran.
Biaya pendaftaran awal yang ditentukan mungkin berbeda-beda dari masing – masing setiap daerah.
Perlu diingat bahwa biaya ini tidak dapat dikembalikan jikalau kamu membatalkan permintaan untuk berlangganan.

4. Survey Bangunan

Selanjutnya, pihak PDAM akan melakukan survey untuk melihat lokasi yang ingin dilakukan pemasangan.
Survey ini dilakukan untuk mengetahui apakah bangunan yang ingin dipasang pipa PDAM masuk ke dalam jangkauan perusahaan dan sumber air, dan juga untuk menentukan tipe rumah atau bangunan agar terdapat kejelasan mengenai biaya pendaftaran dan jenis pipa yang akan digunakan.

5. Membayar Biaya Pemasangan PDAM

Biaya pemasangan pipa PDAM berbeda-beda di setiap daerahnya, tetapi secara umum biaya yang dikenakan kepada pelanggan mencakup beberapa hal ini:

  • Biaya peralatan
  • Biaya pemeliharaan jaringan
  • Biaya tanggungan air
  • Biaya administrasi
  • Biaya perencanaan
  • Biaya sambungan (pekerjaan tanah dan perbaikan fasilitas rumah, upah pemasangan, dan biaya transport)

6. Memberikan Bukti Pembayaran

Setelah membayar biaya pemasangan PDAM, pemohon harus memberikan bukti pembayaran biaya pemasangan.
Untuk cara pembayarannya sendiri dibedakan berdasarkan persyaratan dan ketentuan dari PDAM di masing-masing daerah.

7. SPK (Surat Perintah Kerja)

Surat Perintah Kerja (SPK) akan dikeluarkan oleh pihak PDAM jika calon pelanggan sudah melakukan pembayaran, menyerahkan bukti pembayaran, dan rumah atau bangunan yang didaftarkan sudah dilakukan survey oleh pihak PDAM.

8. Pemasangan Sambungan Baru

Jika semua dokumen sudah lengkap dan prosedur sudah diikuti dengan seksama, akan dilakukan pemasangan sambungan pipa PDAM.

Pemasangan ini akan dilakukan segera oleh pihak PDAM dan paling lambat dilakukan 6 hari kerja setelah pelanggan melunasi biaya penyambungan dan menyerahkan bukti pembayarannya.

Pemasangan baru juga dapat dilakukan secara online.

http://pdamtirtanadi.co.id/pendaftaran-pasang-baru/

Setelah mengisi semua data yang di butuhkan, petugas akan menghubungi dan akan melakukan survey ke lokasi pemasangan.

Nah, itu dia persyaratan yang harus dilengkapi dan langkah-langkah yang harus diikuti jika kamu ingin melakukan pemasangan PDAM.

Perlu diingat bahwa peraturan dari PDAM masing-masing daerah biasanya berbeda-beda. Jadi, ada baiknya untuk mengkonfirmasi ke perusahaan di daerah pemasangan agar bisa tahu jika ada beberapa hal yang berbeda dari persyaratan umum yang berlaku.