10 Hal Wajib Sebelum Membangun Rumah

1. Lokasi Bangunan yang Akan Didirikan

Hal pertama yang harus di persiapkan ketika ingin membangun rumah adalah memilih lokasi tanah. Yang perlu di pertimbangkan apakah lokasi tersebut strategis, nyaman, dan aman untuk dijadikan hunian. Kelihatan sepele namun bisa berdampak fatal pada hunian.
Dan yang terpenting adalah tidak rawan terhadap perubahan iklim seperti banjir, dan lain sebagainya.
Kemudian juga, akses ke fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, dan ekonomi juga perlu dipertimbangkan.

2. Budget Planning yang Mantap

Uang merupakah hal yang paling wajib di persiapkan dan di perhatikan sebelum membangun sebuah rumah
Ini penting, mengingat apa yang akan di kerjakan butuh pendanaan banyak.
Dengan keberadaan uang di tangan, Anda bisa memulai langkah selanjutnya dalam persiapan membangun tempat hunian.

3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Selanjutnya adalah langsung mengurus izin untuk mendirikan bangunan. Perizinan ini wajib diajukan sebelum memulai membangun rumah.
Dengan memiliki izin IMB, maka bangunan Anda juga terdaftar secara legal dan menjadi bukti sah kalau tanah dan bangunan adalah milik Anda.

4. Mencari Informasi mengenai harga, model atau trend arsitek

Kumpulkan informasi mengenai harga bangunan saat ini, melihat – lihat produk bahan bangunan, mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya tentang Rumah seperti melihat trend – trend arsitektur yang sedang berkembang saat ini. Bisa juga Anda mencari informasi melalui INTERNET tentang perumahan dan masih banyak cara lainnya untuk mengumpulkan informasi mengenai pembangunan Rumah.

5. Perencanaan

Selanjutnya, mulailah membuat perencanaan. Terkadang banyak orang berpikir berapa kita harus membayar jasa seorang arsitek, yang terlintas dalam benak seringkali adalah “ pasti mahal memakai jasa arsitek untuk membangun Rumah “ .
Justru dengan memakai jasa arsitek, sebisa mungkin menghindari pekerjaan yang nantinya akan menimbulkan pemborosan, seperti bongkar pasang akibat dari perencanaan yang kurang matang sebelumnya, yang jika di bandingkan biaya yang harus dikeluarkan justru lebih besar dibanding jika memakai jasa arsitek.
Arsitek juga dapat menyesuaikan budget sesuai kemampuan yang kita miliki untuk rencana pembangunan Rumah tersebut.
Seorang arsitek juga akan memberikan gambaran yang sejelas – jelasnya tentang desain dan biaya yang akan di keluarkan nantinya. Kita dapat melihat hasil akhir dari desain dengan bantuan sketsa – sketsa desain bahkan kita bisa juga melihat hasil akhir dari desain persis seperti bangunan aslinya.

6. Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang akan Anda pergunakan sebaiknya tenaga kerja yang terlatih dan terampil baik dalam melaksanakan pekerjaan. Saat ini banyak tukang atau pekerja yang belum ahli, sehingga hasil pekerjaan juga kurang baik. Meskipun secara upah sedikit lebih mahal, tetapi tenaga terampil akan bekerja lebih cepat, sehingga tak perlu bongkar bangunan dan secara waktu lebih efisien.

7. Proses Perjanjian Pembangunan

Proses Perjanjian Pembangunan adalah proses dimana kita memasuki tahap rencana pembangunan rumah akan dimulai. Proses Perjanjian Pembangunan ini wajib hukumnya agar tidak terjadi permasalahan – permasalahan yang timbul selama masa pembangun berjalan. Minimum kita harus menentukan aturan main dan syarat – syarat yang harus di penuhi, misalkan jam kerja, upah lembur, waktu pembayaran dll.

8. Bahan Material

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan bahan material. Dengan berbekal Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah dibuat, Anda bisa memulai untuk berbelanja bahan material sesuai dengan kebutuhan.
Usahakan untuk memilih bahan material yang bermutu baik. Yang perlu di ingat bahwa rumah yang akan kita bangun adalah rumah yang akan kita tempati untuk selama-lamanya, sampai turun temurun.

9. Pengawasan Pembangunan

Pengawasan pembangunan pada proyek yang di kerjakan sendiri akan berbeda dengan proyek yang di kerjakan oleh kontraktor. Jika proyek di kerjakan sendiri umumnya pengawasan yang terberat adalah pengawasan tenaga kerja.
Perlu di perhatikan system yang akan di ambil harian atau borongan tenaga. Jika memakai system pembayaran harian, apabila tidak di awasi dengan benar bisa – bisa proyek akan molor dari jadwal yang sudah di tentukan. Jika memakai system borongan tenaga, ada kemungkinan tukang tidak memperhatikan kualitas karena mengejar target pekerjaan pembangunan tersebut.

10 Perihal Non Teknis

Ada hal-hal non teknis yang terkadang berpengaruh dalam proses pembangunan sebuah rumah.
Persiapan mulai dari keuangan, karena persiapan-persiapan selanjutnya selalu terkait dengan keuangan Anda.

Demikian hal penting yang harus dipersiapkan sebelum membangun sebuah rumah. Terutama kesiapan mental bagi pihak yang ingin membangun hunian. Selamat membangun rumah.