Menghitung Nilai PBB

Menghitung Nilai PBB

Istilah PBB

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan/atau bangunan berdasarkan Undang-undang nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 12 Tahun 1994.

PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dengan besarnya pajak ditentukan objek pajak (tanah dan atau bangunan).

Pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dilakukan setiap tahun dan ditanggung oleh perorangan maupun badan yang mendapatkan keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi tertentu atas dasar hak kepemilikan untuk tanah serta bangunan.

Perorangan atau badan yang termasuk dalam wajib pajak tersebut harus segera melunasi pembayaran pajaknya paling lambat 6 bulan setelah tanggal diperolehnya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Biasanya SPPT sudah diberikan pada bulan Februari sementara batas tempo pembayaran jatuh pada tanggal 31 Agustus setiap tahunnya.

Komponen Perhitungan PBB

Ada beberapa komponen yang perlu diketahui dalam perhitungan PBB, yaitu

  • NJOP (Nilai Jual Objek Pajak

Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP adalah harga rata-rata atau harga pasar dari objek pajak pada transaksi jual beli bumi dan bangunan. NJOP biasanya ditentukan dari Kementrian Keuangan (KEMENKEU) dan nilai NJOP setiap daerah berbeda-beda, tergantung faktor-faktor yang memengaruhinya.

  •  NJKP (Nilai Jual Kena Pajak)

Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP adalah besaran nilai pajak yang diberikan, NJKP ini merupakan bagian dari NJOP, jika nilai NJOP kurang dari Rp 1 miliar, maka persentase NJKP sebesar 20%, namun jika NJOPnya lebih dari Rp 1 miliar maka persentase NJKP sebesar 40%.

  • NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak)

Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak atau NJOPTKP adalah batas Nilai Jual Objek Pajak yang tidak terkena pajak, besaran nilai NJOPTKP ini berbeda-beda tergantung dari wilayah. Namun, berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/KMK.04/2000, nilai NJOPTKP tertinggi senilai Rp 12.000.000

Rumus Perhitungan PBB

Untuk rumus dasar perhitungan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) adalah 0.5% dikali dengan NJKP (Nilai Jual Kena Pajak). Sedangkan untuk memperoleh nilai NJKP adalah 20% dikali NJOP (Nilai Jual Objek Pajak).

Contoh Perhitungan PBB

Pak Amat memiliki rumah seluas 50 meter persegi yang berdiri di atas tanah sebesar 100 meter persegi.

Diketahui harga bangunan tersebut adalah Rp 500.000, sedangkan harga tanah tersebut adalah Rp1.000.000. Jadi berapakah PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Amat?

  • Langkah 1

Hitung terlebih dahulu tanah dan bangunannya

Bangunan 50m2 x Rp 500.000 = Rp  25.000.000

Tanah 100m2 x Rp 100.000 =     Rp 100.000.000

 

  • Langkah 2

Hitung NJOP nya dengan cara menjumlahkan nilai bangunan dan tanah

Bangunan = Rp   25.000.000

Tanah        = Rp 100.000.000

Total          = Rp 125.000.000

 

  • Langkah 3

Hitung Besaran PBB

NJKP  = 20%  x Rp125.000.000 = Rp 25.000.000

PBB    = 0,5% x Rp 25.000.000 = Rp       125.000

Artikel yang sama :
Penanggung Jawab Teknis (Project Manager)

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

arsitek nasional, Tenaga Perancang Dasar (Drafter), tokoh arsitek nasional, Penanggung Jawab Anggaran (Estimator), tokoh arsitek indonesia, 10 arsitek nasional terpopuler, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, Penanggung Jawab Proyek Konstruksi, Pengelola Penanggung Jawab (Manajemen), kontraktor dalam makna sebenarnya, profesi tukang bangunan, menghitung nilai PBB, arsitek yang sesungguhnya, 10 arsitek nasional terpopuler, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb