Koneksi Antar Ruang – Metode Arsitektur

Koneksi antar ruang dapat dilihat dengan menggunakan space syntax analytical, analisis ini digunakan untuk menentukan bagaimana tata letak berfungsi, menunjukkan apa yang dapat dilihat seseorang sebagai pengguna dari berbagai titik di dalam ruangan dan tingkat kemudahan dan kesulitan pencapaian ruangan.

Analisis space syntax digunakan untuk menghasilkan kombinasi dari grafik visibilitas, poligon visibilitas, konektivitas ruang.
Hillier dan Hanson,(1984) menjelaskan bahwa space syntax analisys digunakan untuk menganalisis hubungan spasial antara ruang yang berdekatan dan mengidentifikasi konektivitas ruang secara langsung maupun tidak langsung. Main entrance sebagai titik awal masuk ke dalam ruangan, semua ruangan yang terhubung ke main entrance berjarak satu langkah sintaksis dan ditarik satu tingkat ke atas (Adiyanto, 2016)

Semakin banyak level dalam grafik, semakin besar ruang yang tersedia bagi pengguna. Hubungan spasial digambarkan dalam grafik hubungan ruang dengan membentuk struktur jaringan ruang dengan sirkulasi.
Grafik sebagai pohon jaringan mewakili hubungan ruang di mana pengguna harus melewati ruang demi ruang untuk mencapai ruang terjauh. Konfigurasi pohon jaringan hubungan ruang menggambarkan tata letak tipe koridor dengan pergerakan yang dikontrol ketan melalui ruang. Organisasi ruang sebagai hierarki yang membutuhkan kontrak ketat atas tatanan sosial. Hal ini sejalan dengan pendapat Hillier dan Hanson, (1984) konfigurasi merupakan sebuah hubungan di mana terdapat obyek-obyek yang saling bergantung satu sama lain dalam suatu struktur.

Permeabilitas dan aksesibilitas sebagai pola jaringan yang menjadi komponen penting dalam perancangan karena mempengaruhi aspek kualitas ruang (Siregar, 2014). Permeabilitas sebagai parameter untuk mengukur sejauh mana konfigurasi ruang dalam menyediakan pilihan dalam menempuh perjalanan dan aksesibilitas. Parameter yang diukur dalam permiabilitas sebagai hasil dari interaksi antara individu dengan sistem ruang (Siregar, 2014).

Pola dan intensitas pergerakan pengguna dipengaruhi oleh pergerakannya dalam ruang. Hillier, (2007) membagi ke dalam 4 dimensi, yaitu:

1. Topoligical Distance

Topological distance sebagai konsep jarak dengan menghitung kedalaman (depth) berdasarkan ukuran langkah (step). Darjosanjoto menjelaskan bagaimana cara menghitung dan mengukur ukuran langkah (step), antara lain:

  1. Step Depth berarti jarak antara dua buah ruang yang terhubung secara langsung
  2. Step Depth berarti jarak antara ruang A dan B di mana harus melewati 1 buah ruang antara.

2. Connectivity 

Connectivity sebagai dimensi untuk mengukur dengan cara menghitung jumlah ruang yang secara langsung terhubung dengan ruang lainnya dalam suatu konfigurasi ruang (Hillier et al., 1993). Jumlah ruang yang terhubung dihitung dengan mempergunakan konsep jarak (depth), artinya jika suatu ruang dikatakan terhubung secara langsung apabila hanya memiliki jarak sebesar 1 step depth. Penggunaan pengukuran connectivity ini ditujukan untuk menemukan tingkat interaksi setiap ruang terhadap ruang-ruang yang berada di dekatnya.

Darjosanjoto, (2006) menjelaskan bahwa nilai connectivity digunakan untuk mengukur tingkat intelligibility dengan cara mencari hubungan antara nilai connectivity dengan nilai integrity.

3. Integrity

Integrity (Hillier, 2007) digunakan untuk mengukur posisi relatif dari masing-masing ruang terhadap ruang-ruang lainnya dalam satu konfigurasi ruang. Perhitungan nilai integrity tidak hanya melibatkan ruang-ruang yang secara langsung terkoneksi, tetapi juga ruang-ruang lainnya yang tidak langsung terkoneksi dengan ruang yang diobservasi/diamati.

Integrity ini sebagai salah satu pengukuran yang paling penting dalam space syntax, karena melalui pengukuran integrity analisis terhadap konfigurasi ruang sebagai sebuah sistem dapat dilakukan. Integrity sebagai posisi relatif sebuah ruang dihitung dengan mempergunakan metode step depth. Ruang dengan nilai step depth tinggi dianggap memiliki interaksi yang tinggi secara relatif terhadap ruang-ruang lainnya, dalam arti ruang tersebut terkoneksi secara baik ke ruang yang diobservasi. Semakin banyak ruang yang terkoneksi secara langsung dengan ruang amatan/observasi, maka semakin tinggi pula nilai integrity ruang tersebut atau sebaliknya.

4. Intelligibility

Intelligibility merupakan tahap pengukuran tertinggi dalam analisis space syntax. Nilai ini menunjukkan adanya korelasi antara connectivity dengan integrity. Intelligibility sebagai pengukuran struktur dari suatu konfigurasi ruang, di mana hasil pengukuran intelligibility akan menjadi alat pada sistem sementara hasil pengukuran connectivity dan integrity akan menjadi alat pada masing-masing ruang.
Nilai Intelligibility sebagai hipotesis menunjukkan bahwa konektivitas ruang mencerminkan adanya kemudahan dalam pencapaian ke ruang-ruang lainnya. Sebaliknya nilai intelligibity yang rendah mencerminkan bahwa struktur ruang tidak dapat dipahami dari keberadaan ruang secara parsial.

Artikel yang sama :
Esensi Fungsi Ruang

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

arsitek nasional, jurnal ilmiah arsitektur, jurnal ilmiah arsitektur, jurnal ilmiah aristektur, tokoh arsitek nasional, Koneksi Antar Ruang, Koneksi Antar Ruang, tokoh arsitek indonesia, 10 arsitek nasional terpopuler, Rasio Pengguna 3DsMax vs Sketchup,Perbedaan AutoCAD vs Revit, Perbedaan AutoCAD vs Revit, Rasio Pengguna 3DsMax vs Sketchup, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, Esensi Fungsi Ruang, Esensi Fungsi Ruang, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, 10 arsitek nasional terpopuler, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]