Laminate Flooring Kelebihan & Kekurangan

Laminate Flooring muncul sebagai hasil dari inovasi bisa dibilang merupakan pengembangan dari parket (lantai kayu). Dulu, sewaktu kayu masih tersedia dalam jumlah banyak, lantai kayu terbuat dari kayu solid. Tapi ketika kayu mulai langka, di situlah inovasi mulai menyala. Muncul apa yang disebut parket laminate.

Kelebihan Laminate Flooring

1. Mudah Dibersihkan

Lantai laminate memiliki lapisan film transparan di bagian paling atas. Lapisan tersebut memiliki sifat anti gores dan anti air. Inilah yang menyebabkannya tak membutuhkan perawatan khusus. Bahkan lantai terlihat mengkilap tanpa perlu dilakukan coating. Pasca melapisi lantai dengan parket laminasi, cukup sapu dan pel seperti biasa.

2. Harga Lebih Murah

Harga untuk lantai laminasi jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan lantai kayu solid.

3. Mudah Dipasang

Lantai laminasi didesain dengan sistem interlocking antara lidah dan ceruk. Pada satu keping, sisi sebelah kirinya adalah lidah dan sisi sebelah kanannya adalah ceruk; sisi atasnya lidah dan sisi bawahnya ceruk. Cara memasangnya adalah memasukkan lidah keping yang satu ke dalam ceruk keping yang lain.

Kekurangan Laminate Flooring

1. Tidak Terlalu Kuat

Berbeda dengan kayu solid, lantai laminasi cenderung tidak terlalu kuat untuk menahan beban berat. Maka dari itu, lantai ini lebih cocok diaplikasikan di ruangan yang tidak menanggung banyak beban. Misalnya seperti ruang tidur atau ruang tamu.

2. Menimbulkan Suara

Lantai laminasi kerap menimbulkan suara ketika diinjak. Berbeda dengan parket dari kayu solid yang ditempel mati terhadap permukaan lantai di bawahnya.

Demikianlah penjelasan tentang lantai laminasi, bagi kamu yang masih bingung bisa dipertimbangkan dahulu ya.

Artikel yang sama :
Lapisan Lantai Laminate Flooring

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, 10 Jenis Marmer Terbaik,10 Jenis Marmer Terbaik, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Kayu Terbaik Untuk Pintu, 10 Jenis Lantai Marmer, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Komponen Box Panel Listrik

Komponen Box Panel Listrik nantinya terdiri dari komponen power, komponen indikator, komponen kontrol, dan komponen pengaman.
Berikut akan kami jelaskan komponen-komponennya.

1. MCB (Miniatur Circuit Breaker)

MCB adalah singkatan dari Miniatur Circuit Breaker. MCB merupakan komponen kelistrikan yang bertugas untuk memutus aliran listrik ketika terjadi arus berlebih ataupun konsleting. Pemutusan alur listrik dilakukan secara otomatis dan ditujukan untuk memberi keamanan terhadap pemakai listrik dirumah, kantor maupun tempat lainnya.

Penggunaan MCB ini sama persis seperti yang ada pada Sekring (Fuse) sebagai komponen keamanan listrik. Perbedaannya adalah di Sekring ketika terjadi beban berlebih atau konslet maka aliran daya akan diputus dan otomatis Sekring diganti dengan yang baru, sedangkan pada MCB bisa diaktifkan lagi setelah masalah sudah diatasi.

Terdapat 3 fungsi utama MCB (Miniatur Cisrcuit Breaker) yakni untuk pemutus arus, proteksi terhadap beban lebih (overload) serta untuk memproteksi adanya hubung singkat (konsleting). Untuk penjelasannya masing – masing dapat disimak dibawah ini :

  • Sebagai Pemutus Arus
  • Memproteksi adanya beban lebih (overload)
  •  Memproteksi adanya hubung singkat (konsleting)

2. MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

MCCB / Moulded Case Circuit Breaker merupakan salah satu komponen elektrikal yang berfungsi sebagai pengaman dan pemurus arus ketika terjadi arus pendek (korsleting) atau kelebihan beban (overload) yang dapat menyebabkan kerusakan pada motor listrik dan kebakaran karena percikan bunga api.

MCCB memiliki fungsi lebih besar dari MCB (Miniature Circuit Breaker) karena spesifikasinya lebih besar.

Spesifikasi MCCB biasanya menggunakan 3 phase, karena hanya digunakan sebagai pengaman untuk motor listrik pada dunia industry. Selain phase , MCCB juga memiliki beberapa pilihan Pole.

3. Pilot Lamp atau Lampu Panel

Pilot Lamp digunakan pada panel, kegunaan pilot lamp adalah untuk mengetahui apakah ada aliran listrik yang masuk pada panel tersebut, jika terdapat aliran listrik yang masuk maka lampu pada pilot lamp akan menyala. Untuk itu walaupun kecil pilot lamp merupakan suatu komponen yang cukup penting pada struktur panel listrik.
Pilot Lamp akan bekerja saat ada tegangan yang masuk ( Phase – Netral ) dtandai dengan menyala nya lampu pada pilot lamp tersebut.

4. Push Button

Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi normal.

Sebagai device penghubung atau pemutus, push button switch hanya memiliki 2 kondisi, yaitu On dan Off (1 dan 0). Istilah On dan Off ini menjadi sangat penting karena semua perangkat listrik yang memerlukan sumber energi listrik pasti membutuhkan kondisi On dan Off.

5. Selector Switch

Selector Switch adalah sebuah komponen listrik yang berada diluar panel listrik yang berfungsi sebagai Memilih mode atau merubah arah arus listrik Yang bekerja dengan memutar kanan atau kirim dari selector switch.

6. Emergency Stop

Emergency Stop adalah komponen yang berfungsi untuk memberhentikan mesin secara cepat (emergency), kontak emergency stop ini biasanya menggunakan kontak N/C.
Prinsip kerja Emergency adalah memutus tegangan utama control pada mesin, untuk mengaktifkan emergency stop ini tinggal di pencet dengan telapak tangan.
Jika ingin melepas emergency tinggal di putar ke kanan emergency akan kembali normal.

7. Kontaktor 3 Phase atau 1 Phase

Kontaktor (Contactor / Magnetic Contactor) adalah alat elektrikal yang bekerja dengan induksi elektromagnetik pada sebuah kumparan tembaga (coil) yang dialirkan tenaga listrik sehingga menimbulkan medan magnet yang menyebabkan Kontak Bantu NO (Normally Open) akan tertutup dan Kontak Bantu NC (Normally Close) akan terbuka.

Kontak pada kontaktor terdiri dari 2 yaitu kontak utama dan kontak bantu.

  • Kontak Utama : Digunakan untuk rangkaian daya
  • Kontak Bantu : Digunakan untuk rangkaian kontrol.

8. Timer Delay Relay

Timer Delay adalah suatu alat atau komponen yang memiliki fungsi untuk memutuskan atau menghubungkan suatu rangkaian listrik berdasarkan pengaturan waktu  dan waktu tunda dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan suatu rangkaian.

9. TOR ( Thermal Overload Relay)

Thermal Overload Relay (TOR) adalah salah satu komponen yang digunakan dalam menyusun rangkaian suatu panel motor listrik. Komponen ini memiliki peran yang sangat penting di dalam sebuah rangkaian listrik.

Fungsinya yakni sebagai pelindung apabila terjadi arus listrik berlebihan (over current) dalam elektro motor dengan prinsip kerja bersistem panas (thermal).

10. Capacitor Bank

Kapasitor Bank adalah kumpulan dari beberapa kapasitor yang biasanya memiliki spesifikasi yang sama dan dihubungkan secara rangkaian seri atau paralel supaya didapatkan suatu nilai kapasitas tertentu.
Penggunaan paling banyak kapasitor bank adalah untuk memperbaiki power factor pada arus listrik AC, sedangkan pada arus DC khususnya power supply untuk meningkatkan arus riak catu daya serta jumlah energi yang tersimpan karena fungsi utama kapasitor memang sebagai komponen yang dapat menyimpan arus listrik.

11. Terminal Block

Komponen Terminal Block ini berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel (terminal) antara kabel dalam panel listrik dengan kabel yang keluar di panel listrik.
Terminal block ini juga membuat panel menjadi tampak prefesional dan ramping karena tidak memakan banyak tempat.

12. Omega Rails atau Din Rails

Omega Rails ini berfungsi sebagai sebuah freme atau tatakan untuk menempelnya seperti kontaktor, mcb, terminal block, power supply, plc, dan komponen lainya yang mendukung untuk diletakan pada omega rails ini.

13. Relay Control

Komponen Listrik Relay adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak N/O atau N/C. terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi.
Bila kumparan ini dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar magnet

14. Power Supply

Komponen Power Supply berfungsi sebagai penyearah tegangan dari 220V ke 24V DC maupun 12V DC tergantung kebutuhan anda.
Power Supply ini ada yang bisa diletakan pada Omegra Rails maupun langsung di baut pada base plate panel listrik.

15. Programmable Logic Control (PLC)

PLC (Programmabel Logic Control) adalah perangkat yang dibuat untuk menggantikan Cirkuit relay sekuensial yang diperlukan untuk kontrol alat berat.
PLC bekerja dengan melihat inputnya dan tergantung pada keadaannya, menyalakan / mematikan outputnya. Pengguna memasuki suatu program, biasanya melalui software, yang memberikan hasil yang diinginkan.

16. Ampere Meter Digital

Ampere Meter Digital ini berfungsi untuk menampilkan sebuah beban ampere pada mesin listrik yang saat ini digunakan secara realtime.
Komponen ini juga perlu pendukung sensor yaitu CT atau bisa disebut Current Transformer.

17. Volt Meter Digital

Volt Meter Digital ini berfungsi untuk menampilkan sebuah voltase atau tegangan 1 phase maupun 3 phase pada mesin listrik maupun panel distribusi secara realtime.

 

Demikianlah komponen box panel listrik yang sudah kami jelaskan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis,Pemasangan Sumur Bo, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, Pemasangan Air Rumah, komponen box panel listrik,  urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Jenis dan Instalasi Anti Petir Pada Rumah

Jenis dan Instalasi Anti Petir

Pemasangan penangkal petir atau anti petir untuk rumah adalah memberikan saluran elektris dari atas bangunan ke tanah dengan tujuan bila ada sambaran petir yang mengenai atas bangunan maka arus petir bisa mengalir ke grounding dengan baik. Standar kabel penangkal petir atau anti petir yang di gunakan adalah minimal 50 mm” (SNI), untuk memilih kabel penangkal petir atau anti petir di bawah 50 mm” tidak di sarankan walau kenyataan di lapangan banyak di gunakan.

Langkah pertama yang harus di lakukan adalah memilih jalur penurunan kabel penangkal petir atau anti petir, ada 2 hal penting dalam pemilihan jalur kabel penangkal petir ini. Pertama jalur terpendek dengan pertimbangan lebih hemat dan tahanan kabel kecil, Kedua Sesedikit mungkin belokan atau tekukan agar tidak terjadi loncatan keluar jalur kabel (site flasing). Pekerjaan pemasangan dimulai dari bawah atau dari grounding.

Jenis instalasi penangkal petir atau anti petir yang lebih cocok untuk rumah tinggal adalah jenis instalasi penangkal petir konvensional, yakni rangkaian jalur instalasi penyalur petir yang bersifat pasif menerima sambaran petir.

Ada 2 tipe instalasi penangkal petir konvensional yang di gunakan :

Faraday Cage/Sangkar Faraday

Penangkal Petir sangkar faraday adalah rangkaian jalur elektris dari bagian atas bangunan menuju tanah atau grounding dengan beberapa jalur penurunan kabel, sehingga menghasilkan jalur konduktor berbentuk sangkar yang melindungi bangunan dari sambaran petir. Pemanfaatan struktur logam sebuah bangunan bisa dimanfaatkan, misalnya rangka baja, konstruksi beton, frame alumunium, dll.

Franklin Rod/Jalur Instalasi Tunggal

Penangkal Petir Franklin Rod adalah rangkaian jalur elektris dari atas bangunan menuju sisi bawah/tanah dengan jalur kabel tunggal, dengan cara memasang alat berupa batang tembaga dengan daerah perlindungan berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112 derajat. Agar daerah perlindungan luar maka Franklin Rod di pasang pada bangunan teratas (tinggi 1 – 3 Meter).Makin jauh dari Franklin Rod maka perlindungan akan semakin lemah pada areal tersebut.

Instalasi Anti Petir

Secara garis besar, cara pemasangan instalasi penangkal petir atau anti petir sebagai berikut :

Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding system terlebih dahulu, dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan.

Kemudian dilakukan pengukuran resistansi atau tahanan tanah menggunakan Earth Testermeter, apabila hasil pengukuran tersebut menunjukan < 5 Ohm maka tahapan kerja berikutnya dapat dilakukan.

Seandainya hasil resistansi atau tahanan tanah menunjukan > 5 Ohm maka di lakukan pembuatan atau penambahan titik grounding lagi di sebelahnya dan di pararelkan dengan grounding pertama agar resistansi/tahanan tanahnya menurun sesuai dengan standarnya < 5 Ohm.

Setelah selesai membuat grounding penangkal petir, langkah berikutnya adalah memasang kabel penyalur (Down Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan, tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel yang terdekat dan hindari banyak belokan/tekukkan 90 derajat sehingga kebutuhan material dan kualitas instalasi dapat efektif dan efisien.

Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain kabel BC (Bare Copper), kabel NYY atau Coaxial. Untuk tempat – tempat tertentu sebaiknya di beri pipa pelindung (Conduite) dengan maksud kerapian dan keamanan.

Bila kabel penangkal petir telah terpasang dengan rapi, maka tahap selanjutnya pemasangan head terminal petir tentunya harus terhubung dengan kabel penyalur tersebut sampai ke grounding system. Pada saat memasang terminal petir, kita harus menggunakan tiang penyangga yang tingginya minimal 3 Meter.

Artikel yang sama :
Instalasi Listrik

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, Jenis dan Instalasi Anti Petir, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Jenis Instalasi AC Rumah

Jenis Instalasi AC Rumah – Pendingin ruangan atau  Air Conditioner (AC), adalah mesin atau alat yang dirancang untuk menstabilkan suhu dan kelembaban udara suatu tempat/ruangan. Konsep AC sendiri diketahui telah diterapkan sejak zaman Romawi Kuno pada abat pertengahan. Sedangkan untuk era modern yang sudah mulai menggunakan bahan kimia untuk pengoperasiannya, AC baru populer di abad ke 19.

Berikut ini adalah beberapa Jenis AC dan cara Instalasinya yang cocok pada rumah:

1. AC Split Wall

AC Split Wall adalah yang paling banyak penggunaannya untuk pemakaian personal di rumah-rumah, atau juga di kantor-kantor yang masih berskala kecil. AC dengan jenis ini memiliki dua unit yang digunakan dalam proses instalasinya, yaitu unit indoor dan unit outdoor. Untuk unit outdoor, di dalamnya terletak compressor AC.

Jenis AC Split Wall ini memiliki prinsip kerja dengan cara refrigerant (freon) dipompa ke koil pendingin melalui saluran (duct), yang dihubungkan melalui pipa conduit (biasanya berdiameter 3 inch). Dalam proses instalasinya pipa conduit tersebut dipasang menembus tembok untuk menghubungkan unit outdoor dan indoor.

Saat instalasi AC Split Wall harus melakukan proses pembuatan lubang di tembok, sehingga saat dibongkar akan meninggalkan lubang di tembok tersebut.

2. AC Floor Standing

AC Floor Standing ini unitnya berbeda dengan  AC Split, dimana pada jenis ini hanya memiliki satu unit saja, yaitu unit indoor. Untuk AC jenis ini air juga digunakan sebagai proses untuk menghasilkan udara dingin, sehingga di dalam unit AC ini terdapat tank yang digunakan untuk media penampungan air nantinya. Biasanya jenis ini digunakan untuk ruangan yang cukup luas.

Untuk proses instalasinya tidak perlu melakukan pelubangan pada dinding. Bentuknya portabel, sehingga mudah untuk disimpan atau dipindah tempatkan. Namun untuk penggunaan daya listrik yang tidak kecil (biasanya 1000 watt atau lebih).

3. AC Split Duct

AC ini memiliki cara kerja dengan sistem ducting sebagai cara mendistribusikan hawa dingin ke seluruh ruangan. AC ini menggunakan satu titik kontrol (biasanya ruangan kontrol) untuk mengatur rendah atau tingginya suhu yang didistribusikan. Semakin berkembangnya zaman, AC jenis Split Duct ini ikut berkembang sesuai dengan permintaan pasar akan efisiensi, baik dari segi material, desain, perawatan dan energi yang digunakan.

4. AC Inverter

Sebetulnya AC jenis ini tidak berbeda bentuk atau tipenya dengan jenis AC yang pertama, yaitu bentuk split wall. Hanya saja yang membedakannya adalah sistem yang digunakan pada AC jenis ini sudah menggunakan sistem inverter. Sistem inverter ini adalah teknologi yang digunakan untuk mengontrol kecepatan kompresor untuk mendorong aliran freon dalam AC. Karena kemampuannya dalam mengontrol kecepatan kompresor, AC jenis ini dikenal juga sebagai unit AC yang hemat daya atau ramah lingkungan.

Artikel yang sama :
Instalasi Anti Petir pada Rumah

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, Jenis Instalasi AC Rumah, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, Jenis dan Instalasi Anti Petir, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Instalasi Sekat Kaca dan Pintu Kaca

Instalasi Sekat Kaca dan Pintu Kaca

Dalam membangun segala jenis bangunan baik rumah, kantor, gedung dan lain sebagainya, tentu saja menggunakan beberapa jenis material untuk bisa memberikan kesan yang nyaman sangat diperlukan. Nah, pada setiap bangunan tentu saja akan ada pembagian ruangan, di mana untuk membaginya biasanya menggunakan sekat.

Sekat ini memiliki beberapa jenis dan juga bahan materialnya, di mana tentu saja dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan ruang serta dari segi desain. Salah satu jenis sekat yang terbilang unik dan juga memiliki kesan yang sangat mewah adalah sekat kaca tempered.

Sekat dengan kaca tempered sangat populer, terlebih lagi kaca jenis ini sangat kuat dan lebih aman ketika digunakan. Ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pengaplikasian sekat ini, karena kesalahan ketika mengaplikasikan sekat ini dapat membuatnya retak bahkan pecah.

Dalam pemasangan pintu dari kaca sendiri ada dua metode yang dilakukan, yang pertama adalah pengaplikasian sekat kaca tanpa menggunakan frame atau frameless dan juga menggunakan kusen seperti aluminium ataupun kayu. Berikut ini adalah cara aplikasi sekat kaca tempered yang tidak menggunakan frame :

  1. Menyiapkan bidang untuk pemasangan sekat kaca, di mana tentu saja untuk mempersiapkan bidang pemasangan ini harus dapat dilakukan dengan detail agar sekat kaca dapat dipasang dengan tepat.
  2. Selanjutnya, Anda perlu membuat cerukan pada bagian atas dan bawah dinding. Di mana untuk kedalamannya sekitar 1,5 cm. Ketika membuat cerukan ini harus lurus dan juga tidak boleh berbeda kedalamannnya, karena jika berbeda maka kaca akan terpasang dengan tidak benar.
  3. Pada pemasangan sekat kaca ini, Anda harus memastikan pegangan lis “U” terpasang dengan baik. Caranya adalah dengan menambah adukan semen pada cerukan, di mana ini bertujuan supaya lis “U” dapat mencengkram dengan kuat.
  4. Jika sudah menambah adukan semen, selanjutnya adalah memasang lis “U” dengan menggunakan yang ukuran 1 cm pada kedua cerukan.
  5. Kemudian, ketika lis “U” sudah terpasang Anda perlu memberikan sealant pada bagian atas dan bawahnya. Lalu masukan kaca secara miring.
  6. Selanjutnya Anda juga harus menambahkan sealant pada bagian atas dan bawah kaca tempered yang digunakan agar dapat membuat kaca terpasang dengan kuat.
  7. Jika sudah semua dilakukan, selanjutnya Anda perlu untuk memasang sealant pada semua bagian secara merata. Hal ini sangatlah penting agar kaca dapat berdiri dengan kokoh dan juga kuat.
  8. Apabila sudah terpasang dengan baik dan memastikan kaca sudah terpasang, selanjutnya adalah dengan membersihkan kaca dengan koran basah dan semua proses pun selesai.

Itu tadi adalah penjelasan secara singkat cara mengaplikasikan pintu kaca atau partisi kaca dengan tepat, di mana tentu saja Anda juga harus mengetahui beberapa hal. Salah satunya adalah pemilihan lis, di mana ukuran lis 1 cm hanya bisa digunakan pada kaca yang ketebalan tidak lebih dari 5 mm. Jika kaca yang digunakan lebih dari 8 mm lebih baik menggunakan lis ukuran 2 cm.

Artikel yang sama :
Instalasi Anti Petir pada Rumah

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, Jenis Instalasi AC Rumah, Instalasi Sekat Kaca dan Pintu Kaca, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, Jenis dan Instalasi Anti Petir, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Instalasi Listrik 3 Phase

Instalasi listrik 3 Phase yang diberikan PLN kepada konsumen yang membutuhkan daya besar selalu dengan sistem 4 kawat. 4 Kawat tersebut terdiri dari 3 line phase dan 1 line netral.

Berdasarkan standarisasi simbol Indonesia, maka 3 phase tersebut diurutkan dengan notasi R, S dan T sedangkan 1 line netral diberi notasi N.

Kita dapat mengelompokkan instalasi dengan dua jalur, misalnya jalur penerangan dan jalur tenaga. Jalur penerangan bisa kita rencanakan menggunakan sistem 3 phase atau hanya dengan 1 phase agar mudah.

Instalasi penerangan dapat dikhususkan hanya untuk beban lampu, dengan harapan jika terjadi gangguan pada instalasi tenaga, maka penerangan tidak berpengaruh.

Untuk instalasi tenaga biasanya secara khusus dirancang dengan sistem 3 phase dengan sistem pengaman 3 pole serentak, misalnya menggunakan MCB 3 Phase.  Beban yang seperti ini biasanya diperuntukkan beban motor listrik 3 phase.

Dengan pengelompokan beban instalasi, maka listrik 3 phase yang kita miliki dapat dimanfaatkan untuk melayani komponen atau peralatan listrik dengan benar.

Sebagaimana kita ketahui bahwa jaringan listrik 3 phase tegangan rendah yang diberikan PLN kepada konsumen dengan tegangan antar phase adalah 380 Volt dan antara phase ke Netral adalah 220 Volt.

Jika jaringan listrik 3 phase yang kita harapkan dapat memenuhi sesuai keperluan peralatan, maka setidaknya direncanakan dengan benar dan mendekati seimbang. Agar jaringan dapat dibagi seimbang, maka instalasi penerangan dan tenaga hendaknya dibuat dan dirancang dengan 2 panel. Yaitu panel penerangan dan panel tenaga.

Artikel yang sama :
Instalasi Listrik

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Instalasi Lantai Parket

Instalasi Lantai Parket, berikut ini akan dijelaskan tahapan untuk pemasangan lantai parket.

1. Periksa Permukaan Lantai

Sebelum pemasangan lantai kayu, Anda harus mengecek kondisi permukaan lantai yang akan dipasangkan lantai kayu, bisa saja belum rata dalam permukaannya, nah jika belum rata, bisa diratakan terlebih dahulu, namun kebanyakan pemilik tidak memperhatikan bagian lantai bahwa bangunan yang mereka bangun terlihat miring.

2. Persiapkan Material Parket dan Alat Pembantu

Jika bagian lantai sudah rata, maka persiapkan material yang akan digunakan dan alat–alat pembantu untuk membantu proses tersebut.

Alat dan bahan yang diperlukan:

  1. Parket
  2. Palu
  3. Paku
  4. Benang
  5. Meteran
  6. Lem (Lem khusus parket)
  7. Kuas
  8. Amplas
  9. Mesin Amplas

3. Mulai Pemasangan Lantai Kayu

Buatlah patokan awal, di mana patokan awal ini untuk menyesuaikan dan meluruskan semua parket, rekomendasi: dekatkan dengan tembok.

a. Mulai dengan Acian

  1. Bersihkan terlebih dahulu lantai yang akan ditutupi dengan parket
  2. Acian merupakan metode pemasangan pada lantai kayu parket, saat mulai ada harus menaruh lem atau acian tersebut lalu tempelkan parket secara 1 persatu (dari ujung kiri sampai ujung kanan terlebih dahulu, usahakan 2 baris terlebih dahulu)
  3. Mulai dengan memotong 1 parket menjadi dua sebagai pemasangan parket pertama
  4. Mulai memasang

b. Meluruskan Parket yang Sudah Dipasang

  1. Hal ini dilakukan agar sisi ruangan terisi dengan baik dan tidak menyerong ke kanan atau pun menyerong ke kiri
  2. Gunakan benang yang melintang di atas parket sebagai patokan meluruskan bagian garis yang menyambungkan lidah parket dengan penyambung parket.

4. Pengamplasan Lantai Parket Kayu

  • Lakukan perataan pada parket, pasti Anda melihat bagian parket yang sudah terpasang tersebut, pasti ada yang tinggi sedikit atau ke bawah sedikit, nah di sini pungsi amplas dan mesin amplas adalah untuk meratakan parket tersebut.
  • Gunakan mesin tersebut untuk meratakan, jika sudah terpasang lanjutkan dengan tahap selanjutnya Finishing.

5. Finishing Parket

Ada 3 tahap Finishing lantai kayu untuk menghasilkan kualitas Finishing yang baik dan awet yaitu Base Coat, main coat dan Top Coat.

a. Base Coat

Base Coat adalah tahapan awal Finishing kayu, yaitu proses pendempulan kayu, yang berfungsi untuk menutupi seluruh pori-pori kayu. Untuk melakukan proses Base Coat, Anda memerlukan bahan finishing Wood Filler atau Sanding Sealer. Pertama lapisi lantai kayu dengan wood Filler, Anda bisa menggunakan kape atau Roll cat dalam proses pelapisannya.

Setelah terlapis Wood Filler, silahkan amplas kembali permukaan lantai kayu kemudian lapisi kembali lantai kayu dengan wood Filler kemudian amplas kembali. Ulangi Proses ini hingga seluruh pori-pori tertutup dengan sempurna.

b. Main Coat

Main Coat ini merupakan tahapan pemberian lapisan pelindung awal sekaligus tampilan awal. Anda memerlukan bahan Finishing Wood Stain. Lapisi lantai kayu dengan Wood stain secara menyuruh dan tunggu 15 sampai 20 menit kemudian ulangi prosesnya hingga menghasilkan warna yang diinginkan

c. Top Coat

Top coat merupakan lapisan terakhir yang berfungsi untuk menutup warna kayu (jika ada) dan juga memberikan lapisan pelindung yang sangat kuat. Warnanya bening dan memiliki tingkat glossy seperti gloss, doff, death matt, matt, dll.

Artikel yang sama :
Lapisan Lantai Laminate Flooring

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, 10 Jenis Marmer Terbaik,10 Jenis Marmer Terbaik, Kayu Terbaik Untuk Pintu, Kayu Terbaik Untuk Pintu,Instalasi Lantai Parket, 10 Jenis Lantai Marmer, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb

Instalasi Jaringan AC Pada Rumah

Instalasi Jaringan AC Pada Rumah. Untuk Pemasangan dan Instalasi unit AC, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:

1. Mengenai Lokasi dan Situasi Tempat Pemasangan

  • Tempat aliran udara (indoor/outdoor) harus bebas tidak ada hambatan untuk sirkulasi udaranya.
  • Tempat untuk pemeliharaan dan servis harus mudah dijangkau agar pada waktu maintenance lebih mudah.
  • Tempat memasang unit rata dan kerataan bisa diukur menggunakan waterpas.
  • Halangan atau gangguan sirkulasi udara (indoor/outdoor). Jarak pemasangan outdoor minimal 20 cm untuk bagian sisi kiri dan belakang, minimal 30 cm sisi kanannya. Dan 70 cm untuk sisi depan unit outdoor. Untuk indoor jarak pemasangan diindor minimal 10cm sisi atas, kiri dan kanan.
  • Gangguan lain terhadap pembuangan udara. Untuk indoor tidak boleh berdekatan dengan sumber panas dan dengan pintu keluar masuk.Dan oudoor tidak boleh ada benda apa pun yang dapat menghalangi radiasi panas dari kondensor.
  • Getaran bisa dikurangi dengan menggunakan karet mounting yang biasanya sudah tersedia pada unitnya dan diupayakan untuk memasang ditempat yang dapat meminimalkan bunyi berisik dan getaran dan yang tidak mengganggu ketenangan tetangga.
  • Penampilan setelah pemasangan harusnya mengikuti ketentuan estetika interior dan eksterior ruangan.

2. Jaringan Kelistrikan

  • Ukuran kabel (tata letak peng-kabel-an) memakai ukuran kabel 1,5 mm, 2.5 mm, 4 mm dsb.
  • Tegangan dan frekuensi, tegangan normal 220 V dan frequensinya 50 Hz atau 60Hz untuk daerah tertentu.
  • Kekuatan hubungan pengkabelan.
  • Komponen/sarana pengaman (sistem grounding dan MCB) grounding fungsinya untuk membuang kebocoran arus yang terjadi dan MCB (Miniature Circuit Breaker) fungsinya untuk pemutus arus diukur dengan Ampere.
  • Kapasitas saklar dan fuse/sikring dianjurkan memakai stop kontak kaki tiga, dengan kwalitas yang baik.
  • Tegangan drop atau turun naik saat starting, tegangan drop bisa dinaikkan dengan memakai stabiliser.
  • Jaringan listrik khusus untuk pemasangan unit dan outlet-nya.

3. Pengerjaan Hubungan Pemipaan Indoor dan Outdoor Unit

  • Ukuran pipa (diameter) harus sesuai dengan standar unit AC
    contoh untuk AC 1/5 sampai 1 PK memakai pipa 3/8″ dan 1/4″
    untuk AC 1 1/5 dan 2 Pk memakai pipa 1/2″ dan 1/4″.
  • Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation) dengan menggunakan armaflek atau isolasi pembungkus pipa.
  • Getaran saat unit di jalankan pada outdoor menggunakan karet mounting.
  • Appearance/penampilan
  • Jumlah freon (tambah atau buang karena ada perubahan panjang pipa) dichek dengan menggunakan manifold dan pengukur ampere.
  • Periksa kebocoran gas dengan memakai leak detector atau busa sabun.
  • Pengaturan/instalasi oil trap harus dibuat setiap 5-7 meter dengan ketentuan posisi outdoor diatas dan indoor dibawah ataupun sebaliknya.
  • Gangguan terhadap jalur pemasangan pipa.

4. Pengerjaan Sistem Ducting (Jika Diperlukan)

  • Ukuran pipa (diameter)
  • Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation)
  • Getaran saat unit di jalankan
  • Suara dari sitem ducting yang di buat
  • Penampilan

5. Pengerjaan Sitem Pembuangan Air (Drainase)

  • Hubungan part/bagian sealing (anti bocor).
  • Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation).
  • Pengaturan jarak ujung saluran drainage dengan tempat pembuangan akhir (terutama saat musim hujan).
  • Meyakinkan, lancarnya air keluar dari evaporator (tuangkan segelas atau lebih air ke area evaporator).
  • Pemasangan pipa drainase harus menghadap kebawah.
  • Periksa sistem pembuangan jika terkena air hujan atau tetesan air lainnya.
  • Penampilan.

6. Hal-hal Lain

  • Akurasi proses air purging (buang angin) dengan memakai vaccum air.\\
  • Pembukaan service valve dan pengecekan tekanan freon , suction atau tekanan rendah 60-80 psi dan discharge/ tekanan tinggi 250-350 psi dan disesuaikan dengan pengukuran ampere.
  • Pengukuran Ampere disesuaikan dengan yang tertera pada pamflet unit dan disesuaikan dengan tekanan freon.
  • Cara pengoperasian AC yang baik dan benar bisa dibaca pada buku petunjuk pemakaian.
  • Pengukuran temperature udara antara intake atau udara yang tersedot unit indoor dan discharge suhu atau yang keluar perbedaannya lebih dari 8 derajat celcius.

Artikel yang sama :
Instalasi Listrik

Perhatikan ketentuan layanan kami di :

Ketentuan Layanan Vector 41

ngurus imb gratis, gratis ngurus imb, imb medan, cara ngurus imb, imb medan, biaya ngurus imb, imb medan murah, Instalasi Jaringan AC, urus imb murah medan, jakarta, sumatra, vector 41 medan vector 41 vector41 medan medan imb imb VECTOR 41 – Tata Cara dan Persyaratan Pengurusan IMB pengurusan imb pengurusan-imb